PUPA
Kabarnya, boneka menyeramkan ini merupakan boneka yang lolos dari kehancuran saat Perang Dunia ke-2 di tahun 1939-1945. Sang pemilik boneka yang berusia 5 tahun, setia banget membawa boneka berbaju biru ini kemana pun ia pergi. Selama sang pemiliknya hidup, ia sering melihat Pupa bergerak sendiri dan mendorong barang pajangan di rumahnya. Seramnya lagi, ketika pemiliknya meninggal di bulan Juli 2005, boneka Pupa berubah semakin aktif seperti ingin membebaskan diri dari tempat penyimpanannya. Berdasarkan kesaksian beberapa orang yang pernah berinteraksi dengan boneka ini, Pupa juga sering menakuti orang-orang yang merawatnya dengan berpindah-pindah tempat. Pernah juga pada suatu waktu, Pupa mengetuk kaca dari tempat ia dipajang. Hiii…
Saython, Hi !
Kamis, 26 Februari 2015
Nah, ini nih ada dalil yang menunjukkan kalau cowok cewek itu gak boleh berduaan tanpa disertai mahram.
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah sekali-kali berduaan dengan perempuan yang tidak disertai mahram baginya, karena sesungguhnya pihak ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad)
Yang tadi itu baru satu hadits. Masih bejibun lagi dalil yang melarang kita berpacaran. Emang sih pacaran itu manis, tapi cuma sementara. Kayak permen, cuma diemut sebentar. Udah gitu, pihak ketiganya itu setan loh! Siapa sih yang gak tahu setan? Setan tuh yang udah bikin Nabi Adam dikeluarin dari surga gara-gara makan buah kuldi. Bayangin aja, setan udah berhasil menggoda seorang nabi! Apa jadinya para cewek cowok yang berdalih bisa jaga diri nggak akan macem-macem kalau berduaan, kalau yang ngegoda mereka adalah setan?
Udah ah, langsung aja. Berikut ini tips agar tidak terjebak pacaran yang ane ambil dari buku “How To Be a True Moslem Girl” karya Mbak Deasylawati.
1. Jaga pandangan.
Menjaga bukan berarti merem, bukan berarti harus nunduk-nunduk sambil jalan (ati-ati nabrak tiang). Tapi dengan tidak menggumbar pandangan, melihat hal-hal yang gak perlu. Kalau gak sengaja ketemu cowok cakep (fakta kalau penulisnya adalah cewek), ucapkan alhamdulillah karena udah diizinin Allah ngeliat ‘barang cakep’, tapi abis itu langsung berpaling dan istighfar. Ingat, ada hadits yang bunyinya.
“Jangan engkau iringkan pandanganmu kepada wanita dengan pandangan yang lainnya, karena yang pertama itu untukmu (karena tak sengaja), sedang pandangan yang berikutnya adalah tanggunganmu (dosanya)” (HR. Abu Dawud)
Kalau lagi ngomong sama lawan jenis, jangan dipandangin lama-lama, apalagi ambil kesempatan buat dipandangin lama-lama. Naudzubillah…
2. Jangan berduaan dengan lawan jenis.
Berduaan itu bukan berarti hanya berlaku kalau dua orang bersembunyi di tempat gelap yang nggak ada orang yang ngelihat. Tapi berduaan ketika orang lain gak ambil pusing dengan kehadiran dua orang itu. Misal, boncengan, mojok di kelas, mojok di kantin, mojok di mana-mana yang terlihat berduaan.
3. Menutupi aurat
Nah, kalau yang ini sih udah jelas. Nih, kalau ada cowok yang ngelihat cewek berjilbab sampai menutupi dada, gak ketat, gak carang, pokoknya nyar’i, pastinya tuh cowok bakal segan ngajak cewek itu buat pacaran. Betul nggak, para cowok?
4. Jangan menampak-nampakkan perhiasan, atau bermanis manis suara, muka dan gerakan.
Berlenggak-lenggok ala foto model pun jangan! Kayaknya kamu harus latihan jalan yang biasa aja deh.
Bermanis-manis suara juga jangan. Suara cewek juga kan hukumnya haram kalau dimanis-manisin. Kalau lagi bicara dengan lawan jenis yang bukan mahram, pake aja nada yang tegas. Jangan takut dikira galak, yang penting kamu very lemah lembut kalau sama keluargamu.
5. Hindari kegiatan yang melibatkan kerja pasangan lawan jenis.
Pada kenyataannya emang agak sulit buat menghindari kerja melibatkan lawan jenis. Tapi kamu memang kudu selektif dan sebisa mungkin menjaga diri, faktanya, kalau cewek cowok itu udah kayak magnet yang emang ditakdirkan untuk saling tertarik.
6. Jangan sering-sering membaca, melihat, atau mendengar hal-hal yang membangkitkan keinginan untuk pacaran.
Nah, ini nih penyakit parah para cewek. Biasanya para cewek kan sukanya liat yang romantis-romantis gitu kan? Baca buku tentang kisahcinta, nonton film tentang kisah cinta, dengerin gosip juga tentang cinta..
Emang gak dilarang sih, tapi jangan berlebihan. Fakta kalau ane juga nonton film tentang cinta, tapi ane mencoba untuk membatasi. Biasanya, para cewek kebayang sama tokoh utama prianya, kan? Hehehe. Apapun yang berlebihan, jadinya gak baik. So, dibatasi aja ya…
7. Nikah
Yap, bener! Nikah emang merupakan langkah yang paling efektif untuk menyalurkan dan merendam gejolak napsu. Makanya nikah sana! He.. he.. he…
Selasa, 24 Februari 2015
Keberanian adalah kekuatan dalam diri yang bisa membuat kamu mampu menghadapi kesulitan, bahaya, dan penderitaan. Orang yang berani bukan berarti orang yang ngga punya rasa takut. Orang yang berani adalah orang yang berhasil mengalahkan ketakutan mereka.
Semua orang punya rasa takut, dan banyak orang yang ngga mau melakukan hal yang mereka inginkan karena mereka merasa takut, seperti ngga mau pindah dari tempat kerja karena takut tidak dapat pekerjaan yang lebih baik, atau ngga mau putus dengan pacar karena takut ngga ada yang mau lagi sama kamu.
Sekarang pikirkan hal apa saja yang sebenarnya ingin kamu lakukan tapi kamu merasa takut untuk melakukannya? Selama kamu merasa bahwa apa yang seharusnya kamu lakukan memang benar menurut perasaanmu, hadapi ketakutanmu dan lakukan apa yang ingin kamu lakukan.
There's a bright future beckoning just around the bend if you have the courage to let go and follow your heart. #rahasiagadis #rahasiagadisnotes
Semua orang punya rasa takut, dan banyak orang yang ngga mau melakukan hal yang mereka inginkan karena mereka merasa takut, seperti ngga mau pindah dari tempat kerja karena takut tidak dapat pekerjaan yang lebih baik, atau ngga mau putus dengan pacar karena takut ngga ada yang mau lagi sama kamu.
Sekarang pikirkan hal apa saja yang sebenarnya ingin kamu lakukan tapi kamu merasa takut untuk melakukannya? Selama kamu merasa bahwa apa yang seharusnya kamu lakukan memang benar menurut perasaanmu, hadapi ketakutanmu dan lakukan apa yang ingin kamu lakukan.
There's a bright future beckoning just around the bend if you have the courage to let go and follow your heart. #rahasiagadis #rahasiagadisnotes
Saya merupakan membawa acara bertema orang-orang yang berjasa di lingkungan sekitar. Tujuannya untuk menggugah hati penonton. Pernah sekali kejadian wawancara yang menururt saya paling mistis. Hanya sekali itu, dan kami pun tidak pernah menyiarkan hasil wawancaranya.
Tugas saya sebagai reporter untuk salah satu acara di stasiun TV swasta. Saya dan kameraman saya pun datang ke salah satu rumah susun, yang dikhususkan untuk orang kurang mampu. Rencananya ingin mewawancara sekaligus merekam kisah salah satu nyonya yang menurut tetangga sekitarnya sebagai orang yang baik dan sangat berjasa di lingkungan mereka. Karena mendapat rekomendasi, jadi kami pun mencoba memotret.
Sebelumnya kami sudah menghubungi dia, jadi sesuai jam yang ditentukan kami pun ke situ.
Karena rumah susun ini sederhana, tidak ada lift, kami naik tangga. Nyonya ini tinggal di lantai empat. Nah saat kami naik ke situ, keanehan mulai terjadi. Pada saat di lantai 3 kami sudah mencium bau yang tidak enak sekali. Seperti bau orang membakar arang. Saya bertanya ke kameraman apakah dia mencium bau aneh. Ternyata dia mengaku juga menciumnya.
Saat sampai di lantai empat, posisi kamar nyonya ini ternyata ada di ujung lorong. Jadi lorong itu di sisi kiri dan kanannya berjejer kamar. Dan di ujung lorong ada satu kamar yang menghadap tepat ke kami. Setahu saya kamar seperti ini paling tidak populer, karena selain posisinya yang paling ujung juga letaknya menghadap jalan lorong langsung yang menimbulkan kesan seram.
Semakin kami berjalan ke kamar itu, semakin kuat baunya. Kami mengetuk pintu. Waktu si penghuni membuka pintu. Wah! ternyata memang benar baunya datang dari situ!
Si Nyonya ini saya sebut saja Nyonya M, tinggal di situ sudah cukup lama. Dia sekarang sudah berusia 50-an. Seorang diri bersama putrinya.
Dia mempersilahkan kami masuk, kemudian membuka seluruh jendela dan sebagainya. Hanya saja bau arangnya itu tidak hilang. Karena kami memang ingin merekam acara, tidak mungkin kami langsung pulang. Jadi mau tidak mau, menahan baunya, kami tetap masuk.
Pada saat si Nyonya di dapur siapkan minuman, tanpa sengaja kameraman saya melihat sebuah foto tertempel di langit-langit.
Seorang pria dengan dengan dua anaknya (cowok dan cewek). Aneh pikir kami, mengapa ada foto di tempel di langit-langit? Ini keanehan kedua.
Waktu si Nyonya M kembali ke ruang tamu, dia baru menjelaskan itu foto suaminya dan anaknya. Kami pun angguk-angguk saja. Dia tidak menjelaskan kenapa sengaja menempel foto itu di langit-langit, jadi kami pun sungkan bertanya lebih jauh.
Proses wawancaranya cukup lancar. Nyonya M gak grogi di depan kamera. Pada satu saat kami bertanya apa dia punya album foto dia, jadi kameraman saya bisa mengambil beberapa foto. Nyonya M bersedia, lalu mengeluarkan beberapa buku album. Di sini keanehan ketiga. Foto-foto anaknya di album itu orang yang berbeda! Maksudku, foto anak di langit-langit tadi dengan foto anak di album sangat-sangat berbeda. Toh saat tengah wawancara saya sempat melihat putri dia sekilas. Yang ada di foto album itu barulah putrinya. Sedangkan cewe yang di langit-langit itu entah siapa…
Dan keanehan keempat, putrinya tiba-tiba berteriak di dalam kamar. Nyonya M langsung bergegas masuk ke kamar menenangkannya. Saya dan kameraman jadi agak kikuk. Bagaimana ini. Apa masih mau lanjut wawancaranya. Kami merasa tidak tenang.
Si nyonya beberapa saat kemudian keluar dan meminta maaf. Dia juga tidak bermasalah kalau kami ingin mengakhiri wawancara ini. Karena dasarnya pengen tahu, saya akhirnya memberanikan diri bertanya tentang semua keanehan ini. Tentu saja off the record.
Ternyata rumah ini sebelumnya ditinggal seorang perempuan dengan dua anak. Si perempuan itu bunuh diri dikarenakan suaminya selingkuh dengan perempuan lain. Karena sedih si perempuan bunuh diri bersama dua anaknya dengan bakar arang di dalam ruangan. Akhirnya rumah itu kosong. Nyonya M sengaja tinggal di rumah M ini karena murah (apakah dia tahu tempat itu angker atau tidak, saya tidak tanya). Konon perempuan itu bunuh diri pada jam 5 sore. Itu sebabnya setiap kali jam 5 tiba-tiba muncul bau arang terbakar ini. Nyonya M sudah coba berbagai cara untuk menghilangkan bau ini, tetapi tidak bisa.
Lalu putri Nyonya M semenjak tinggal sini, juga menjadi seperti orang lain. Terkadang dia diam saja memandang cermin. Terkadang dia seperti orang kesurupan berteriak-teriak tidak jelas. Pernah sekali sambil menatap cermin dia menggores-gores wajahnya sendiri. Karena itulah Nyonya M terkadang tidak tenang meninggalkan putrinya sendirian di rumah.
Sedangkan putranya tidak terlalu beruntung, dia sudah meninggal karena kecelakaan motor. Nyonya M sempat bertanya ke orang pintar pada saat mendapat masalah bertubi-tubi ini. Sang orang pintarlah yang memberi tahu Nyonya M mengenai perempuan bunuh diri itu. Dan perempuan itu sekarang jugalah yang mengganggu keluarganya. Apakah hantunya bisa diusir? Jawabannya adalah tidak bisa.
Arwah perempuan itu sudah menetapkan untuk mengambil nyawa Nyonya M. Tidak mungkin lolos.
Tidak ada cara untuk menghindar. Makanya Nyonya M pasrah. Di kondisi seperti ini saya dan kameraman merasa kasihan sekaligus merinding. Tetapi kami tidak bisa apa-apa. Akhirnya kami pun pamit pulang. Saya dan kameraman memutuskan lebih baik tidak usah siarkan wawancara Nyonya M saja. Karena entah mengapa saya merasa tidak tenang jika menyiarkannya. Kameraman saya setuju dengan keputusan saya. Selanjutnya tidak ada yang menarik lagi. .
.
Satu hal yang belum saya ceritakan ke kalian adalah sebenarnya Nyonya M adalah selingkuhan suami si perempuan yang bunuh diri itu. Saya tidak mengerti bagaimana jadinya hingga dia bisa tinggal di rumah itu. Yang pasti Nyonya M sejak tahu kebenaran itu, dia menjadi pasrah. Mungkin dia merasa bersalah juga karena secara tidak langsung menyebabkan kematian tiga orang. Saya tidak tahu bagaimana kondisi Nyonya M dengan putrinya sekarang ini. Yang pasti, saya merasa ini merupakan satu-satunya pengalaman mistis sekaligus paling menyeramkan dalam hidup saya.
sumber :http://www.ceritamistis.com/kamar-rumah-susun-angker/
Tugas saya sebagai reporter untuk salah satu acara di stasiun TV swasta. Saya dan kameraman saya pun datang ke salah satu rumah susun, yang dikhususkan untuk orang kurang mampu. Rencananya ingin mewawancara sekaligus merekam kisah salah satu nyonya yang menurut tetangga sekitarnya sebagai orang yang baik dan sangat berjasa di lingkungan mereka. Karena mendapat rekomendasi, jadi kami pun mencoba memotret.
Sebelumnya kami sudah menghubungi dia, jadi sesuai jam yang ditentukan kami pun ke situ.
Karena rumah susun ini sederhana, tidak ada lift, kami naik tangga. Nyonya ini tinggal di lantai empat. Nah saat kami naik ke situ, keanehan mulai terjadi. Pada saat di lantai 3 kami sudah mencium bau yang tidak enak sekali. Seperti bau orang membakar arang. Saya bertanya ke kameraman apakah dia mencium bau aneh. Ternyata dia mengaku juga menciumnya.
Saat sampai di lantai empat, posisi kamar nyonya ini ternyata ada di ujung lorong. Jadi lorong itu di sisi kiri dan kanannya berjejer kamar. Dan di ujung lorong ada satu kamar yang menghadap tepat ke kami. Setahu saya kamar seperti ini paling tidak populer, karena selain posisinya yang paling ujung juga letaknya menghadap jalan lorong langsung yang menimbulkan kesan seram.
Semakin kami berjalan ke kamar itu, semakin kuat baunya. Kami mengetuk pintu. Waktu si penghuni membuka pintu. Wah! ternyata memang benar baunya datang dari situ!
Si Nyonya ini saya sebut saja Nyonya M, tinggal di situ sudah cukup lama. Dia sekarang sudah berusia 50-an. Seorang diri bersama putrinya.
Dia mempersilahkan kami masuk, kemudian membuka seluruh jendela dan sebagainya. Hanya saja bau arangnya itu tidak hilang. Karena kami memang ingin merekam acara, tidak mungkin kami langsung pulang. Jadi mau tidak mau, menahan baunya, kami tetap masuk.
Pada saat si Nyonya di dapur siapkan minuman, tanpa sengaja kameraman saya melihat sebuah foto tertempel di langit-langit.
Seorang pria dengan dengan dua anaknya (cowok dan cewek). Aneh pikir kami, mengapa ada foto di tempel di langit-langit? Ini keanehan kedua.
Waktu si Nyonya M kembali ke ruang tamu, dia baru menjelaskan itu foto suaminya dan anaknya. Kami pun angguk-angguk saja. Dia tidak menjelaskan kenapa sengaja menempel foto itu di langit-langit, jadi kami pun sungkan bertanya lebih jauh.
Proses wawancaranya cukup lancar. Nyonya M gak grogi di depan kamera. Pada satu saat kami bertanya apa dia punya album foto dia, jadi kameraman saya bisa mengambil beberapa foto. Nyonya M bersedia, lalu mengeluarkan beberapa buku album. Di sini keanehan ketiga. Foto-foto anaknya di album itu orang yang berbeda! Maksudku, foto anak di langit-langit tadi dengan foto anak di album sangat-sangat berbeda. Toh saat tengah wawancara saya sempat melihat putri dia sekilas. Yang ada di foto album itu barulah putrinya. Sedangkan cewe yang di langit-langit itu entah siapa…
Dan keanehan keempat, putrinya tiba-tiba berteriak di dalam kamar. Nyonya M langsung bergegas masuk ke kamar menenangkannya. Saya dan kameraman jadi agak kikuk. Bagaimana ini. Apa masih mau lanjut wawancaranya. Kami merasa tidak tenang.
Si nyonya beberapa saat kemudian keluar dan meminta maaf. Dia juga tidak bermasalah kalau kami ingin mengakhiri wawancara ini. Karena dasarnya pengen tahu, saya akhirnya memberanikan diri bertanya tentang semua keanehan ini. Tentu saja off the record.
Ternyata rumah ini sebelumnya ditinggal seorang perempuan dengan dua anak. Si perempuan itu bunuh diri dikarenakan suaminya selingkuh dengan perempuan lain. Karena sedih si perempuan bunuh diri bersama dua anaknya dengan bakar arang di dalam ruangan. Akhirnya rumah itu kosong. Nyonya M sengaja tinggal di rumah M ini karena murah (apakah dia tahu tempat itu angker atau tidak, saya tidak tanya). Konon perempuan itu bunuh diri pada jam 5 sore. Itu sebabnya setiap kali jam 5 tiba-tiba muncul bau arang terbakar ini. Nyonya M sudah coba berbagai cara untuk menghilangkan bau ini, tetapi tidak bisa.
Lalu putri Nyonya M semenjak tinggal sini, juga menjadi seperti orang lain. Terkadang dia diam saja memandang cermin. Terkadang dia seperti orang kesurupan berteriak-teriak tidak jelas. Pernah sekali sambil menatap cermin dia menggores-gores wajahnya sendiri. Karena itulah Nyonya M terkadang tidak tenang meninggalkan putrinya sendirian di rumah.
Sedangkan putranya tidak terlalu beruntung, dia sudah meninggal karena kecelakaan motor. Nyonya M sempat bertanya ke orang pintar pada saat mendapat masalah bertubi-tubi ini. Sang orang pintarlah yang memberi tahu Nyonya M mengenai perempuan bunuh diri itu. Dan perempuan itu sekarang jugalah yang mengganggu keluarganya. Apakah hantunya bisa diusir? Jawabannya adalah tidak bisa.
Arwah perempuan itu sudah menetapkan untuk mengambil nyawa Nyonya M. Tidak mungkin lolos.
Tidak ada cara untuk menghindar. Makanya Nyonya M pasrah. Di kondisi seperti ini saya dan kameraman merasa kasihan sekaligus merinding. Tetapi kami tidak bisa apa-apa. Akhirnya kami pun pamit pulang. Saya dan kameraman memutuskan lebih baik tidak usah siarkan wawancara Nyonya M saja. Karena entah mengapa saya merasa tidak tenang jika menyiarkannya. Kameraman saya setuju dengan keputusan saya. Selanjutnya tidak ada yang menarik lagi. .
.
Satu hal yang belum saya ceritakan ke kalian adalah sebenarnya Nyonya M adalah selingkuhan suami si perempuan yang bunuh diri itu. Saya tidak mengerti bagaimana jadinya hingga dia bisa tinggal di rumah itu. Yang pasti Nyonya M sejak tahu kebenaran itu, dia menjadi pasrah. Mungkin dia merasa bersalah juga karena secara tidak langsung menyebabkan kematian tiga orang. Saya tidak tahu bagaimana kondisi Nyonya M dengan putrinya sekarang ini. Yang pasti, saya merasa ini merupakan satu-satunya pengalaman mistis sekaligus paling menyeramkan dalam hidup saya.
sumber :http://www.ceritamistis.com/kamar-rumah-susun-angker/
Bagi masyarakat Jakarta, terutama yang berdomisili di Jakarta Timur, sudah barang tentu kenal dengan Menara Saidah. Menara ini kondisi sekarang dibiarkan begitu saja, tanpa ada yang merawat. Karena dikosongkan sudah lama, menara 28 lantai ini seolah-olah mengumpulkan energi negatif sehingga banyak sekali kejadian aneh.
.
.
Info resmi menyebutkan gedung ini ditutup pada tahun 2007, dikarenakan struktur yang mengalami kemiringan sehingga tidak aman ditinggalkan. Namun masih meninggalkan banyak kontroversi
.
.
Wanita Menghilang di Lantai 14
Kejadian ini terjadi pada saat masih digunakan dulu. Ada dua satpam yang sedang berjaga malam waktu itu. Ceritanya, saat itu, malam hari, tiba-tiba ada seorang wanita tak dikenal yang datang dan berniat ingin ke lantai 14 untuk menemui saudaranya.
Salah satu satpam lalu menemani si wanita itu dan mereka berdua naik lift ke lantai 14. Sudah lama memang jika lift Saidah itu sangat lambat dan tiba-tiba sampai di lantai 11 lift langsung terbuka sendiri. Tidak ada yang masuk atau keluar. Sang satpam tidak terlalu mempedulikannya karena kejadian seperti ini sering terjadi. Lift lalu berjalan lagi ke lantai 14 dan betapa kagetnya sang satpam saat menyadari kalau wanita itu entah kapan, menghilang. Padahal jelas-jelas sang wanita itu tidak keluar saat lantai 11..
.
.
Banyak yang mengatakan jika kondisi lambat lift Saidah itu disebabkan bahwa banyak makhluk lain tak kasat mata yang sebetulnya naik di lift tersebut.
Keranda Mayat di Lantai 3
Konon entah benar atau tidak, kata orang Menara Saidah itu berdiri di atas area pemakaman. Apalagi semenjak ditinggalkan pada tahun 2007, menara kosong bertahun-tahun ini penuh dengan cerita hantu. Salah satu lantai yang cukup mengerikan adalah lantai 3. Pada saat masih operasional, petugas keamanan sering melihat wanita berbaju merah berkeliling di lantai 3. Bahkan setelah ditinggalkanpun, masyarakat sekitar masih sering melihat ada sosok wanita berbaju merah di lantai tersebut.
.
.
Info resmi menyebutkan gedung ini ditutup pada tahun 2007, dikarenakan struktur yang mengalami kemiringan sehingga tidak aman ditinggalkan. Namun masih meninggalkan banyak kontroversi
.
.
Wanita Menghilang di Lantai 14
Kejadian ini terjadi pada saat masih digunakan dulu. Ada dua satpam yang sedang berjaga malam waktu itu. Ceritanya, saat itu, malam hari, tiba-tiba ada seorang wanita tak dikenal yang datang dan berniat ingin ke lantai 14 untuk menemui saudaranya.
Salah satu satpam lalu menemani si wanita itu dan mereka berdua naik lift ke lantai 14. Sudah lama memang jika lift Saidah itu sangat lambat dan tiba-tiba sampai di lantai 11 lift langsung terbuka sendiri. Tidak ada yang masuk atau keluar. Sang satpam tidak terlalu mempedulikannya karena kejadian seperti ini sering terjadi. Lift lalu berjalan lagi ke lantai 14 dan betapa kagetnya sang satpam saat menyadari kalau wanita itu entah kapan, menghilang. Padahal jelas-jelas sang wanita itu tidak keluar saat lantai 11..
.
.
Banyak yang mengatakan jika kondisi lambat lift Saidah itu disebabkan bahwa banyak makhluk lain tak kasat mata yang sebetulnya naik di lift tersebut.
Keranda Mayat di Lantai 3
Konon entah benar atau tidak, kata orang Menara Saidah itu berdiri di atas area pemakaman. Apalagi semenjak ditinggalkan pada tahun 2007, menara kosong bertahun-tahun ini penuh dengan cerita hantu. Salah satu lantai yang cukup mengerikan adalah lantai 3. Pada saat masih operasional, petugas keamanan sering melihat wanita berbaju merah berkeliling di lantai 3. Bahkan setelah ditinggalkanpun, masyarakat sekitar masih sering melihat ada sosok wanita berbaju merah di lantai tersebut.
Sabtu, 31 Januari 2015
Soal Present Perfect Continous Tense
Exercise 1
1. I
_____ all of restaurant in this town.
A. am visited
B. have visited
C. am visit
D. has visited
A. am visited
B. have visited
C. am visit
D. has visited
2.
I_____ this book.
A. am Read
B. HasRead
C. am Reading
D. Have Read
A. am Read
B. HasRead
C. am Reading
D. Have Read
3.She______
you three times.
A. is called
B. is call
C. has called
D. is Calling
A. is called
B. is call
C. has called
D. is Calling
4.I
______ in USA for 3 months.
A. am
Live
B. have live
C. lived
D. have lived
B. have live
C. lived
D. have lived
5.She
______in French since April.
A. is Studying
B. is Study
C.is studied
D. has studied
A. is Studying
B. is Study
C.is studied
D. has studied
Exercise 2
Directions:
Complete each sentence or question with the present perfect continuous tense.
1. She
________ _________ ___________ at that company for three years. (work)
2. The
students _________ __________ ___________ a new textbook this year. (use)
3. Barry
_________ __________ ____________ very well lately. (feel -- negative)
4. We
__________ __________ ___________ a lot about perfect tenses. (learn)
5. _________
it __________ ___________ all day? (rain)
6. My sister
_________ __________ ____________ on her cell phone for the last hour. (talk)
7. My car
__________ __________ ____________ very well lately. (run--negative)
8. How
__________ you __________ ___________ in school? (do)
9. How long
_________ he ___________ ___________ her? (see*)
10. I
__________ ___________ _____________ very hard on my English. (work)
* see = go
out with; have a relationship with someone
Exercise 3
Directions:
Complete each sentence or question with the present perfect continuous tense or
the present perfect tense. (Some sentence can use either tense, but please consider the best choice
for each situation.)
1. He
____________________________ himself while working with that machine many
times. (hurt)
2. We
____________________________ a lot of fresh fruit lately. (eat)
3. They
___________________________ on their vacation yet. (leave--negative)
4. I
_______________________________ this girl I met at work, but I don't think she
likes me anymore. (see)
5. Why
_____________ you _________________________ so much these last few weeks?
(smoke)
6.
___________ you _____________________________? I smell alcohol on your breath.
(drink)
7. Ali
______________________________ a lot of money in the stock market since he
began investing. (lose)
8. The
teacher ______________________________ a solution to the problem. (find)
9. It
____________________________________ here in several weeks. (rain -- negative)
10.
___________ you _______________________ your homework yet? (do)
Part A.
Directions:
Complete each sentence or question with the present perfect continuous tense.
(10 points)
1. She has
been working at that company for three years. (work)
2. The
students have been using a new textbook this year. (use)
3. Barry hasn't
been feeling very well lately. (feel -- negative)
4. We have
been learning a lot about perfect tenses. (learn)
5. Has
it been raining all day? (rain)
6. My sister
has been talking on her cell phone for the last hour. (talk)
7. My car hasn't
been running very well lately. (run--negative)
8. How have
you been doing in school? (do)
9. How long has
he been seeing her? (see*)
10. I have
been working very hard on my English. (work)
* see = go
out with; have a relationship with someone
Part B.
Directions:
Complete each sentence or question with the present perfect continuous tense or
the present perfect tense. (Some sentence can use either tense, but please consider the best choice
for each situation.)
1. He has
hurt himself while working with that machine many times. (hurt)
2. We have
been eating a lot of fresh fruit lately. (eat)
3. They haven't
left on their vacation yet. (leave--negative)
4. I have
been seeing this girl I met at work, but I don't think she likes me
anymore. (see)
5. Why have
you been smoking so much these last few weeks? (smoke)
6. Have
you been drinking? I smell alcohol on your breath. (drink)
7. Ali
has lost a lot of money in the stock market since he began investing.
(lose)
8. The
teacher has found a solution to the problem. (find)
9. It hasn't
rained here in several weeks. (rain -- negative)
10. Have
you done your homework yet? (do)
Exercise 4
Present Perfect /
Present Perfect Continuous
Top of Form
Robin: I think the waiter (forget) us. We (wait) here for over half an
hour and nobody (take) our order yet.
Michele: I think you're right. He (walk) by us at least twenty times. He probably thinks we (order, already) .
Robin: Look at that couple over there, they (be, only) here for five or ten minutes and they already have their food.
Michele: He must realize we (order, not) yet! We (sit) here for over half an hour staring at him.
Robin: I don't know if he (notice, even) us. He (run) from table to table taking orders and serving food.
Michele: That's true, and he (look, not) in our direction once.
Michele: I think you're right. He (walk) by us at least twenty times. He probably thinks we (order, already) .
Robin: Look at that couple over there, they (be, only) here for five or ten minutes and they already have their food.
Michele: He must realize we (order, not) yet! We (sit) here for over half an hour staring at him.
Robin: I don't know if he (notice, even) us. He (run) from table to table taking orders and serving food.
Michele: That's true, and he (look, not) in our direction once.
Bottom of Form
Exercise 5
Present Perfect /
Present Perfect Continuous
Top of Form
1. Judy: How long (be) in Canada?
Claude: I (study) here for more than three years.
2. I (have) the same car for more than ten years. I'm thinking about buying a new one.
3. I (love) chocolate since I was a child. You might even call me a "chocoholic."
4. Matt and Sarah (have) some difficulties in their relationship lately, so they (go) to a marriage counselor. I hope they work everything out.
5. John (work) for the government since he graduated from Harvard University. Until recently, he (enjoy) his work, but now he is talking about retiring.
6. Lately, I (think) about changing my career because I (become) dissatisfied with the conditions at my company.
7. I (see) Judy for more than five years and during that time I (see) many changes in her personality.
Claude: I (study) here for more than three years.
2. I (have) the same car for more than ten years. I'm thinking about buying a new one.
3. I (love) chocolate since I was a child. You might even call me a "chocoholic."
4. Matt and Sarah (have) some difficulties in their relationship lately, so they (go) to a marriage counselor. I hope they work everything out.
5. John (work) for the government since he graduated from Harvard University. Until recently, he (enjoy) his work, but now he is talking about retiring.
6. Lately, I (think) about changing my career because I (become) dissatisfied with the conditions at my company.
7. I (see) Judy for more than five years and during that time I (see) many changes in her personality.
Bottom of Form
Exercise 6
Present Continuous /
Present Perfect Continuous
Top of Form
1. It (rain) all week. I hope it stops by Saturday because I want to go to the beach.
2. Sid: Where is Gary?
Sarah: He (study, at the library) for his German test on Wednesday. In fact, he (review) for the test every day for the last week.
3. You look really great! (You, exercise) at the fitness center ?
4. Frank, where have you been? We (wait) for you since 1 PM.
5. Tim: What is that sound?
Nancy: A car alarm (ring) somewhere down the street. It (drive) me crazy - I wish it would stop! It (ring) for more than twenty minutes.
6. Joseph's English (improve, really) , isn't it? He (watch) American television programs and (study) his grammar every day since he first arrived in San Diego. Soon he will be totally fluent.
7. Dan: You look a little tired. (You, get) enough sleep lately?
Michelle: Yes, I (sleep) relatively well. I just look tired because I (feel) a little sick for the last week.
Dan: I hope you feel better soon.
Michelle: Thanks. I (take, currently) some medicine, so I should feel better in a couple of days.
2. Sid: Where is Gary?
Sarah: He (study, at the library) for his German test on Wednesday. In fact, he (review) for the test every day for the last week.
3. You look really great! (You, exercise) at the fitness center ?
4. Frank, where have you been? We (wait) for you since 1 PM.
5. Tim: What is that sound?
Nancy: A car alarm (ring) somewhere down the street. It (drive) me crazy - I wish it would stop! It (ring) for more than twenty minutes.
6. Joseph's English (improve, really) , isn't it? He (watch) American television programs and (study) his grammar every day since he first arrived in San Diego. Soon he will be totally fluent.
7. Dan: You look a little tired. (You, get) enough sleep lately?
Michelle: Yes, I (sleep) relatively well. I just look tired because I (feel) a little sick for the last week.
Dan: I hope you feel better soon.
Michelle: Thanks. I (take, currently) some medicine, so I should feel better in a couple of days.
Bottom of Form
Exercise 7
Present Continuous /
Present Perfect Continuous
Top of Form
Mr. Smith: So tell me a little bit about yourself,
Mr. Harris. I would like to find out a little bit more about your background.
Mr. Harris: I (work) in the insurance industry for over ten years. I worked for Met Life for six years and World Insurance for four and a half. During that time, I heard many good things about Hollings Life Insurance and that's why I (apply) for the new sales position.
Mr. Smith: Tell me a little about your hobbies and interests.
Mr. Harris: In my spare time, I hike in the mountains outside of town, volunteer at the Sierra Club and play tennis. In fact, I (compete) in a tennis tournament this weekend.
Mr. Smith: Really, how long (you, play) tennis ?
Mr. Harris: I (play) since high school. I love the sport.
Mr. Smith: Great! We like dedication here at Hollings Life. You mentioned you volunteer at the Sierra Club. I (work, currently) with them on the sea turtle project. We (try) to create a wildlife sanctuary near the bay.
Mr. Harris: Do you know Frank Harris? He's my brother. He (work, presently) on the same project.
Mr. Smith: I know Frank quite well. Any brother of Frank's would be a welcome addition to Hollings Life. Just one more thing, we (look) for somebody who is fluent in Spanish; many of our clients are from Mexico.
Mr. Harris: No problem. I (study) Spanish since elementary school.
Mr. Smith: Sounds like you are the perfect candidate.
Mr. Harris: I (work) in the insurance industry for over ten years. I worked for Met Life for six years and World Insurance for four and a half. During that time, I heard many good things about Hollings Life Insurance and that's why I (apply) for the new sales position.
Mr. Smith: Tell me a little about your hobbies and interests.
Mr. Harris: In my spare time, I hike in the mountains outside of town, volunteer at the Sierra Club and play tennis. In fact, I (compete) in a tennis tournament this weekend.
Mr. Smith: Really, how long (you, play) tennis ?
Mr. Harris: I (play) since high school. I love the sport.
Mr. Smith: Great! We like dedication here at Hollings Life. You mentioned you volunteer at the Sierra Club. I (work, currently) with them on the sea turtle project. We (try) to create a wildlife sanctuary near the bay.
Mr. Harris: Do you know Frank Harris? He's my brother. He (work, presently) on the same project.
Mr. Smith: I know Frank quite well. Any brother of Frank's would be a welcome addition to Hollings Life. Just one more thing, we (look) for somebody who is fluent in Spanish; many of our clients are from Mexico.
Mr. Harris: No problem. I (study) Spanish since elementary school.
Mr. Smith: Sounds like you are the perfect candidate.
Bottom of Form
How To Make
How to make Kastengel
Materials :
- 2 egg yolk granules
- 250 grams of flour
- 100 grams of margarine
- 50 grams of butter
- 50 grams of full cream milk powder
- 25 grams of old cheese
- 50 grams of cheese kraft
Steps
:
1. toast the flour until it is cooked
(not changing color) and then in sift
2. grate the cheese used grated coconut
3. grease a baking pan with margarine
(thin-thin)
4. mix (old cheese, flour, milk powder,
margarine, butter) stir with a wooden spoon until blended
5. put the egg yolks, stirring until
blended
6. take the dough, milled approximately
1/2 cm
7. print the mold kastengel
8. arrange on a baking sheet, put it in
the oven (who had previously been in heat)
9. grilled half-cooked, remove from
oven. brush the pastry with egg yolk to which egg yolks have been added with
more or less 1 tablespoon water tech
10. give kraft cheese grated on top of
the cake, and then put it back in the oven and wait until done
11. insert it into the jar, and the
neatly
12. cake ready on the serve
Langganan:
Postingan (Atom)




